Loading...
Logo Umrotix

Mau Umroh ala Backpacker? Ini Serunya!

mau umroh ala backpacker? ini serunya!

Bila Anda seorang muslim yang sudah baligh, berakal sehat, merdeka (bukan budak –karena mengkhawatirkan kepentingan tuannya yang terbengkalai) dan istitaah yaitu mampu secara fisik, biaya, ilmu dan mencukupi nafkah keluarga yang ditinggalkan, maka seharusnya tidak ada yang dapat menghalangi Anda untuk melaksanakan ibadah umroh. Anda pun bisa memilih program reguler maupun promo, bahkan bisa pula dengan cara backpacker atau umroh mandiri.

Elly Basrah Lubis yang lebih akrab dipanggil Mbak Butet, penulis buku "Umrah Backpacker: A to Z Umrah ala Backpackeran", menyebutkan bahwa tren umrah backpacker telah ada setidaknya mulai tahun 2010 tapi belum banyak diketahui secara luas.

Menurut beliau, kalau Anda yang memiliki jiwa petualang dan sudah banyak pengalaman travelling, umroh mandiri atau umroh backpacker akan menjadi alternatif yang menantang. Kelebihan lainnya, Anda bisa berangkat umroh kapan saja Anda mau dengan biaya yang relatif lebih murah dan lebih efisien dibandingkan dengan umroh reguler.

Komponen biaya terbesar dalam umroh adalah tiket pesawat. Umroh backpacker selain menekan biaya tersebut juga menghilangkan biaya untuk ustad pembimbing, menurunkan kelas penginapan, biaya pemasaran paket umroh, souvenir (koper, ihram, atau seragam mukena), dan manasik.

Secara umum, pelaksanaan umroh backpacker tak ada bedanya dengan umroh reguler. Sama-sama tak menghilangkan rukun umroh yaitu niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut, dan tetap mengikuti syarat wajib umroh yaitu niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. Namun, ada beberapa perbedaan antara umroh backpacker dengan umroh yang ditangani oleh sebuah travel umroh, khususnya dari persiapan dan biayanya. Di artikel ini, Umrotix akan membagikan pengalaman beberapa orang melaksanakan umroh ala backpacker.

Perlengkapan Umroh Backpacker

Jamaah umroh yang berangkat dengan bantuan provider, akan difasilitasi dengan berbagai macam perlengkapan untuk ibadah umroh seperti koper, tas jinjing, seragam, pakaian ihram/mukena, id card, buku doa, dan sebagainya. Namun, jika Anda melaksanakan umroh mandiri, tentu Anda harus menyiapkan semuanya sendiri.

Ummi Alida Bahaweres dalam tulisannya di lidbahaweres.com mengisahkan perburuannya di Thamrin City untuk melengkapi kebutuhan umroh keluarganya seperti baju ihrom dan mukena, gamis, koper, dan berbagai printilan lainnya.

Biaya Pesawat, Handling, dan Penginapan

Tiket pesawat menjadi komponen penting dalam perjalanan umroh. Travel umroh biasanya memesan tiket direct flight atau penerbangan langsung ke bandara King Abdul Aziz atau bandara Prince Muhammad bin Abdul Aziz, agar jamaah tidak repot berganti pesawat. Selain itu tiket pesawat pada umrah reguler adalah jenis tiket block seat. Hal itu, menurut Mbak Butet, membuat harga tiket lebih mahal dibandingkan tiket promo.

Tetapi jika Anda memilih umroh backpacker dengan budget terbatas, Anda bisa berburu tiket-tiket promo murah jauh hari sebelumnya. Biasanya maskapai menyediakan tiket connecting flight atau penerbangan transit yang harganya cenderung lebih murah. Misalnya, tiket PP Kuala Lumpur - Jeddah lebih murah daripada tiket PP Jakarta – Jeddah.

Fitria Nurbaidah pada tulisannya di Kompasiana menyarankan untuk memilih budget airline saat keberangkatan saja, karena kondisi fisik yang masih prima dan semangat yang masih menggebu. Sedangkan untuk pulangnya sebaiknya menggunakan full services airlines, karena kondisi fisik yang sudah lelah, kenyamanan menjadi lebih penting.

Pemilihan hotel juga mempengaruhi budget backpacker Anda. Hotel yang jaraknya cukup jauh dari Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, biayanya lebih murah. Alternatif lainnya, ada apartemen murah yang disewakan dengan radius 1-2 kilometer dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. Di sini Anda bisa berbagi dengan teman backpacker lainnya.

Jangan lupa, Anda juga harus siap untuk handling bagasi Anda sendiri. Jangan sampai barang bawaan Anda ketinggalan atau hilang.

Paspor dan Visa Umroh

Sama seperti program umroh reguler, pengurusan paspor dilakukan sendiri di Kantor Imigrasi setempat.

Lama pembuatan atau perpanjang paspor sekitar 3-7 hari. Nama paspor harus terdiri dari minimal 3 kata, untuk mengurangi risiko nama yang sama dengan orang lain.

Saudi Arabia memang tidak memberlakukan Visa On Arrival untuk kunjungan apapun, termasuk umroh. Calon jamaah harus mengurus Visa Umroh terlebih dahulu di Kedutaan Besar Arab Saudi di negara asal sebelum keberangkatan. Visa ini wajib diurus secara kolektif. Pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan pembuatan visa umroh individu karena tidak adanya jaminan jika pemilik visa kembali ke negara asalnya jika masa berlakunya sudah habis. Solusinya, Anda dapat menggunakan biro jasa atau travel yang akan mengenakan biaya sekitar 75-100 USD.

Namun, tak mudah mencari travel yang mau kasih pengurusan visa saja, karena khawatir visa umroh yang dikeluarkan disalahgunakan untuk jadi TKI ilegal. Untuk mengantisipasinya, biasanya travel menawarkan paket visa plus akomodasi dan transportasi yang sering disebut Land Arrangement (LA), biayanya sekitar 500-600 USD. Land Arrangement ini sudah meliputi segala urusan selama di tanah Arab mulai dari transportasi, akomodasi, dan makan selama di Mekkah dan Madinah.

Dokumen yang Dibutuhkan untuk Mengurus Visa Umroh

1. Paspor dengan masa berlaku minimal tujuh bulan dari tanggal keberangkatan.

2. KTP dan Kartu Keluarga Asli

3. Akta Kelahiran Asli, wajib untuk anak yang berusia 17 tahun ke bawah

4. Buku Nikah, asli dan fotokopi, untuk menunjukkan bahwa pasangan yang akan berangkat umroh benar-benar sah menurut agama dan negara

5. Surat Mahram, khusus bagi wanita yang berusia kurang dari 45 tahun dan berangkat umrah tidak didampingi suami atau kerabat keluarga

6. Bukti Pembayaran Transportasi dan Akomodasi Hotel, meliputi data penanggung jawab, surat perjanjian kerja sama visa umrah, salinan legalitas biro perjalanan yang dapat dipenuhi oleh pengantara umrah

7. Bukti pemesanan Tiket Pesawat PP Indonesia - Arab Saudi

8. Pas Foto terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak enam lembar dan berlatar belakang putih

9. Buku Kuning sebagai bukti bahwa calon jemaah sudah divaksinasi meningitis.

10. Selama pandemi, calon Jamaah juga harus dilengkapi dengan Asuransi Umroh dan Surat Bebas COVID-19

Selain pernak-pernik sebelum keberangkatan umroh, serunya backpacker-an akan Anda alami selama berada di Tanah Suci. Anda tak perlu khawatir masalah makanan karena di sekitar hotel dan masjid banyak toko dan restoran yang menjual makanan Arab. Anda dapat menemukan masakan Indonesia juga, misalnya di Bakso Grapari atau di Rumah Makan Indonesia.

Serunya lagi, Anda bisa mengatur waktu ibadah sendiri, tidak tergantung kepada jadwal biro travel. Beberapa orang yang berpengalaman umroh backpacker menghilangkan semua kegiatan untuk tour ke Jabal Rahmah, Gua Hiro, Museum Al-Quran, Mall dan lain-lain, hanya fokus untuk memperbanyak thawaf Sunnah dan I’tikaf saja selama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Yang harus benar-benar disiapkan adalah, karena semua pelaksanaan umroh mulai dari berangkat hingga kembali ke tanah air dilakukan mandiri, pasti memerlukan tenaga yang lebih. Anda harus pandai mengaturnya. Jangan terlalu memaksakan diri, kenali batas kemampuan fisik Anda sendiri dan tahu kapan waktunya untuk beristirahat.

Gimana, Sahabat Umrotix? Masih mau backpacker-an?

(Umrotix/NC)