Loading...
Logo Umrotix

Cek Persiapan: Berapa Biaya Haji 2021?

berapa biaya haji 2021

Pemerintah melalui Kementerian Agama RI menunjuk dan memberi izin kepada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) untuk menyelenggarakan program Haji Plus atau Khusus sebagai alternatif untuk calon jamaah haji yang memiliki kemampuan finansial lebih baik, selain Haji Reguler yang diselenggarakan pemerintah. Meski pelaksanaannya ditangani pihak swasta, haji plus tetap dalam pengawasan Kemenag RI.

Indonesia menerapkan Sistem Antrian Haji (siskohat) yang membuat calon jemaah haji harus menunggu bertahun-tahun untuk dapat berangkat haji. Masa Tunggu Haji Reguler ini berbeda-beda setiap daerah, tergantung jumlah peminat haji di daerah tersebut. Sebagai gambaran, berdasarkan siskohat pada tahun 2019, masa tunggu keberangkatan calon jemaah haji Indonesia paling cepat 15 tahun dan paling lama bisa sampai 31 tahun.

Dengan Haji Plus, masa tunggu keberangkatan menjadi lebih cepat, yaitu 6-7 tahun, sehingga biaya haji plus lebih mahal dari biaya haji reguler. Namun fasilitas tambahan yang disediakan untuk jamaah Haji Plus sebanding dengan nominal yang dikeluarkan.

Paket Haji Furoda juga dapat menjadi pilihan bagi Anda yang memiliki dana yang cukup. Paket ini lebih mahal dari Paket Haji Plus karena menggunakan Visa Mujamalah atau Visa Resmi dari Pemerintahan Saudi Arabia yang dapat memberangkatkan calon jamaah haji di tahun yang sama saat mendaftar.

Bedanya Haji Reguler dan Haji Plus

Selain lebih cepat masa tunggunya, calon jamaah Haji Plus atau Furoda juga akan menerima kenyamanan lainnya, seperti;

- Fasilitas Penginapan dan Penerbangan

Untuk calon jamaah Haji Plus, penyelenggara akan menyediakan penginapan di hotel bintang 5 yang letaknya berdekatan dengan Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, berbeda dengan calon jamaah Haji Reguler yang disediakan hotel yang telah ditentukan pemerintah dan dibagi sesuai wilayah dan kloter. Jarak tempuh hotel ke Masjidil Haram misalnya, bisa mencapai 3-5 Km.

Penerbangan Haji Plus cukup nyaman tanpa transit, sementara penerbangan haji reguler transit di Jeddah atau Madinah.

- Waktu Pelaksanaan

Jamaah Haji Reguler akan menempuh waktu sekitar 40 hari dihitung dari waktu keberangkatan sampai pulang ke Tanah Air dan dibagi menjadi dua gelombang, yaitu antara Madinah dan Makkah.

Sedangkan Haji Plus dijalankan dengan lebih cepat dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Arbain di Masjid Nabawi dengan lama pelaksanaan 26 hari dan Non Arbain dengan waktu lebih singkat yaitu 15 sampai 19 hari.

- Perbedaan Harga

Besarnya biaya naik haji reguler ditentukan oleh Kementerian Agama setiap tahun menjelang keberangkatan dan besarannya akan berbeda-beda untuk setiap embarkasi.

Biaya naik haji reguler tahun 2019 rata-rata sebesar US$ 2.481 atau Rp 35,23 juta (kurs Rp 14.200).

Biaya haji plus tahun 2019 mencapai dua kali lipat lebih besar daripada haji reguler, namun tetap mengikuti penetapan biaya haji plus dari Kementerian Agama yaitu minimal US$ 8.500 atau setara Rp 120 juta (kurs Rp 14.200).

Berapa Biaya Haji tahun 2021?

Estimasinya, biaya haji bisa naik sekitar 10% dari biaya haji tahun lalu. Sebab, biaya haji sangat dipengaruhi oleh perubahan nilai kurs mata uang Amerika (USD) dan menerima akibat dari depresiasi nilai mata uang rupiah terhadap USD. Seluruh biaya naik haji termasuk transportasi, perjalanan, dan akomodasi menggunakan USD, maka jika nilai USD naik, otomatis biaya naik haji juga ikut naik.

Seperti yang kita tahu, penyelenggaraan haji tahun lalu ditiadakan karena merebaknya pandemi virus corona (Covid-19). Informasi dari laman resmi Kementerian Agama, sejauh ini pemerintah belum melakukan penyesuaian biaya haji untuk tahun 2021 ini karena memang pemerintah tidak akan melakukan pemberangkatan jemaah haji. Namun sebagai patokan, Sahabat Umrotix dapat merujuk pada biaya haji tahun 2020 yang tercantum di Keputusan Presiden (Keppres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1441H/2020M, yaitu berkisar US$ 8.500-9.000 atau minimal Rp 120 juta (kurs Rp 14.200).

Untuk musim haji tahun 2021 ini pemerintah telah menyiapkan tiga skenario pemberangkatan jemaah haji di tengah pandemi Covid-19.

Skenario pertama, jemaah dapat diberangkatkan sebanyak 100 persen atau sesuai kuota yang disediakan oleh Pemerintah Saudi Arabia apabila Covid-19 dinyatakan selesai dan atau vaksin tersedia.

Skenario kedua, jemaah akan diberangkatkan sebanyak 50 persen, atau 40 persen atau bahkan 30 persen tergantung pada ketentuan dan izin dari Pemerintah Arab Saudi.

Skenario ketiga, dilakukan penundaan lagi.

Ketiga skenario ini akan diinformasikan kepada calon jemaah haji melalui Surat Edaran Resmi yang akan diterbitkan oleh Kementerian Agama.

Sahabat Umrotix,

Dalam Alquran Allah telah berfirman,

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imron: 97).

Biaya haji yang tidak murah ini memang butuh niat dan perencanaan yang matang. Semoga kita semua Allah mampukan dan mudahkan untuk melaksanakan ibadah Haji. Aamiin. (Umrotix/NC)